Bab 11
Pembangunan Daerah

A. Pengertian Pembangunan Ekonomi Daerah
Daerah dianggap sebagai suatu ekonomi ruang yang di kuasai oleg satu atau beberapa pusat kegiatan ekonomi, daerah dalam pengertian ini di sebut daerah modal.
Jadi pembangunan ekonomi daerah adalah, suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dan wilayah tersebut.

B. Teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Daerah
Pada hakekatnya inti dari teori-teori tersebut berkisar pada dua hal, yaitu metode dalam menganalisa perekonomian suatu negara dan teoti-teori yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tertentu.
jika kita buat ringkasan teori tersebut dapat disajikan sebagai berikut :
Pembangunan daerah = f ( sumberdaya alam, tenaga kerja, investasi, komunikasi, tekhnologi, luas daerah, pasar eksport, dll )
1. Teori Ekonomi Neo Klasik
Teori ini memberikan 2 konsep dalam pembangunan konomi daerah yaitu keseimbangan dan mobilitas faktor produksi.
2. Teori Basis Ekonomi
Menyatakan bahwa faktor utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah.
3. Teori Lokasi
Teori inisering mengatakan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan daerah yaitu, lokasi, lokasi, lokasi.
4. Teori Tempat Sentral
Teori ini merupakan suatu pemukiman yang menyediakan jasa-jasa bagipenduduk daerah yang mendukungnya.
5. Teori Kausasi Kumulatif
Kondisi daerah sekitar kota yang semakin buruk menunjukan konsep dari tesis kausasi kumulatif ini.
6. Model daya Tarik
Teori ini adalah model pembangunan ekonomi yang paling banyak di gunakan oleh masyarakat.

C. Paradigma Baru Teori Pembangunan Daerah
Komponen : ,Kesempatan kerja
Konsep lama : semakin banyak perusahaan semakin banyak peluang kerja
Konsep baru : perusahaan harus mengembangkan pekerjaan yang sesuai dengan ” kondisi ” penduduk daerah
Komponen : Basis Pembangunan
Konsep lama : pengembangan sektor ekonomi
Konsep baru : Penegembangan lembaga-lembaga baru
Komponen : Sumber daya pengetahuan
Konsep lama : ketersediaan angkatan kerja
Konsep baru : pengetahuan sebagai pembangkit ekonomi

D. Perencanaan Pembangunan Daerah
Ada 3 implikasi pokok dari perencanaan pembangunan ekonomi daerah :
1. Memerlukan pemahaman tentang hubungan daerah dengan lingkungan nasional
2. sesuatu yang tampaknya baik secara nasional belum tentu baik untuk daerah
3. perencanaan yang efektif harus bisa membedakan apa yang seyogyanya dilakukan dan apa yang dapat di lakukan.

E. Tahap – Tahap Perencanaan Pembangunan Daerah
1. Pengumpulan dan analisis Data
a. Penentuan Basic Ekonomi
b. Analisis Struktur Tenaga Kerja
c. Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kerja
2. Pemilihan Strategi Pembangunan daerah
a. Penentuan Tujuan dan Kriteria
b.Penentuan kemungkinan kemungkina tindakan
c. Penyusunan strategi
3. Pemilihan Proyek –Proyek Pembangunan
4. pembuatan Rencana tindakan
5. Penentuan Rincian Proyek
6. Persiapan Perencanaan Secara Keseluruhan dan Implementasi

F. Peran Pemerintah Dalam Pembangunan Daerah
Peran pemerintah yaitu sebagai :
1. Entrepreneur
Pemerintah daerah dapat bertanggung jawab untuk menjalankan suatu usaha bisnis
2. Koordinator
Pemerintah daerah dapat bertindak sebagai koordinator untuk menetapkankebijakan atau mengusulkan strategi-strategi baru bagi pembangunan di daerahnya.
3. fasilitator
pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan melalui perbaikan lingkungan atttitudinal di daerahnya.
4. Stimulator
Pemerintah daerah dapat menstimulasi penciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakan tindakan khusus yang akan mempengaruhi perusahaah masuk ke daerah tersebut.

Bab 12
Hutang Luar Negeri dan
Pembiayaan Pembangunan di Indonesia

A. Modal Asing dalam Pembangunan
Ada 2 Modal dalam pembanguna
1. Yang tidak dibayar kembali
2. Modal yang Di bayar
Aliran Modal ke Sektor Pemerintah
 Pinjaman menurut jangka waktu
– Jangka pendek
– Jangka panjang
– Kredit IMF

 Menurut kreditur
– Sumber resmi
– Swasta

Posisi pinjaman luar negeri menurut jangka waktu
Aliran Modal ke Sektor Swasta
 Investasi langsung (PMA)
 Investasi Portfolio
 Pinjaman dari bank komersial (commercial bank lending)
 Kredit ekspor

B. Motivasi Negara Donor
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA UTANG
 MOTIVASI NEGARA DONOR:
– kepentingan ekonomi dan strategis
– tanggung jawab moral

 NEGARA PENGUTANG
– SAVING INVESTMENT GAP
– FOREIGN EXCHANGE GAP
– TRADE GAP

C. Sumber- Sumber Pembiayaan Pembangunan Indonesia
 Ekpor
 Bantuan Luar Negeri
 Investasi Asing atau PMA
 Tabungan Domestik

D. Struktur Pembiayaan Pembangunan
Bantuan luar negeri telah berfungsi sebagai:
 injeksi: pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup defisit APBN dan neraca pembayaran.
 infus: kebutuhan yang tak dapat dihindari (adiktif)
Posisi Pinjaman Luar Negeri Pemerintah per Jenis Valuta Asing
(dalam jutaan USD)
PARIS CLUB III
 Penjadwalan utang sebesar US$ 5,4 milyar yang jatuh tempo antara April 2002 hingga Desember 2002.
 Syarat:
– pinjaman lunak/Official Development Assistance (ODA) dijadwalkan kembali dengan masa pelunasan 20 tahun termasuk tenggang waktu 10 tahun
– pinjaman non_ODA dijadwalkan kembali dengan masa pelunasan 18 tahun dengan tengggang waktu 5 tahun.

Pendekatan Case by Case :
 Kebijakan yang diterapkan di suatu negara tidak selalu sama.
 Utang Pemerintah:
 Paris Club

Bentuk- bentuknya :
 Perpanjangan tenggang waktu pengembalian
 Pengurangan tingkat bunga
 Pengunduran waktu pengembalian
 Keringanan utang termasuk diantaranya penghapusan utang itu sendiri
 Utang Komersial:
• Bridging Ioan.
• Paket Kebijakan IMF
• Penundaan pembayaran
• Pemberian pinjaman baru

Net Capital Outflows :
 Net Transfer
 Cara mengatasi:
1. Devaluasi terhadap nilai tukar uang domestik
2. Pembatasan ekspansi kredit
3. Menurunkan defisit dalam anggaran pemerintah
4. Penghapusan subsidi harga

Bab 13
Pertumbuhan Ekonomi dalam
Konsep Pembangunan Berkelanjutan

A. Peranan Lingkungan dalam Perekonomian
Peranan lingkungan sangatlah penting untuk perekonomian di indonesia yaitu untuk memperlancar kegiatan pembangunan tang berkelanjutan dan untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya.
B. Industrialisasi dan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa industrialisasi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan menjadi lebih
pentingnya sektor industri dalam perekonomian. Cara melihatnya adalah dengan memperhatikan struktur produksi di
dalam Produk Domestik Bruto (PDB) yang berisikan sumbangan sektor-sektor ekonomi dalam perekomian, termasuk di
dalamnya sumbangan sektor industri.
Jika diamati kondisi ekonomi Indonesia, dapat dilihat bahwa sumbangan sektor industri terhadap PDB cukup besar dan
menunjukkan peningkatan dalam 27 tahun terakhir. Kondisi tersebut menjelaskan adanya perubahan struktur ekonomi di
mana sumbangan sektor industri semakin besar dalam pembentukan PDB sementara sumbangan sektor pertanian
semakin kecil.
C. Industri dan ekstranalitas dalam Pembangunan Berkelanjutan
proses industrialisasi adalah adanya perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan, adanya
pergeseran aktivitas dari produksi rumah tangga ke pabrik dan meningkatnya penggunaan alat-alat bermesin dalam
pertanian yang menyebabkan aktivitas pertanian meningkat dan ketersediaan pangan bagi masyarakat perkotaan.
Industrialisasi yang berhasil tidak dapat dilihat dari sektor ekonomi saja, atau kontribusi sektor pertanian terhadap PDB
atau dari pendapatan perkapita atau dari produktivitas semata. Akan tetapi juga bahwa di dalam masyarakat terjadi
perubahan flosof atau perubahan sikap yang berbeda dalam transaksi. Dalam suatu negara, norma-norma tradisional yang masih kuat dapat menghalangi
transaksi yang efsien. Misalnya kalau masyarakat masih membatasi kemampuan
Kebijakan industri yang harus diambil adalah menguatkan pasar melalui kebijakan liberalisasi perdagangan, kebijakan yang mendorong kompetisi, dan meningkatkan peran perusahan menengah dan kecil. Kebijakan lainnya adalah memperbaiki kapasitas kelembagaan demi meningkatkan pengembangan sumber daya manusia, misalnya melalui pelatihan-pelatihan. Negara juga dianjurkan mengeluarkan kebijakan yang menguatkan kemampuan teknologi yaitu dengan mendukung penelitian dan pengembangan.
D. Industrialisasi dan regulasi sosial
Industrialisasi sederhana bisa didefinisikan sebagai sebuah proses di mana porsi sumbangan industri secara umum dan khususnya manufaktur pada ekonomi atau komposisi penerimaan suatu negara meningkat. Biasanya sejalan dengan menurunnya sektor pertanian. Kondisi seperti ini yang terjadi di sejumlah negara berkembang.

Tugas materi
Ekonomi Pembangunan
BAB 11,12 DAN 13

Nama : Quratul Ain
Kelas : 2 DD 04
NPM : 30208980

Universitas Gunadarma